Tingkatkan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Kimia Farma Buka Apotek di Gegerkalong

https://asset.kompas.com/data/photo/2014/09/19/141423920141-2-261132p2780x390.JPG

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Untuk mendukung pelayanan kesehatan secara maksimal bagi para peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, PT Kimia Farma mendirikan beberapa unit usaha, berupa apotek yang khusus melayani kepesertaan BPJS.

"Kami sebagai BUMN tentu juga memiliki misi untuk bertanggung jawab akan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kita akan mendukung program pemerintah tersebut secara seratus persen," ujar Bisnis Manager Kimia Farma Bandung, Muhardiman seusai pembukaan Apotek Kimia Farma di Kawasan Gegerkalong, Kota Bandung, Selasa (22/5/2018).

Dalam pembukaan apotek tersebut juga digelar pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat secara gratis yang berhasil menarik antusias warga setempat.

Untuk mendukung target tersebut, pihaknya sudah mempersiapkan berbagai fasilitas layanan kesehatan dan SDM yang berkualitas dan profesional di berbagai unit Kimia Farma.

"Pelayanan kepada peserta BPJS ini akan dapat diakses di seluruh jaringan di Indonesia. Kita punya 8 ribu item obat, yang diharapkan dapat menjawab isu tentang kekosongan obat-obatan," ucapnya.

Diakuinya isu terkait kekosongan obat masih terjadi di berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Sehingga pihaknya juga akan terus membuka unit hingga kepelosok dalam menjangkau masyarakat pinggiran.

"Jadi kedepan kita akan menyasar daerah-daerah yang ada dipinggiran, agar mendapatkan pelayanan dan obat berkualitas. Sehingga tidak perlu sampai ke kota besar untuk mencari atau memperoleh obat," ujar Muhardiman.

Dikatakannya salah satu persoalan yang kerap ditemui dalam pelayanan kesehatan yakni terkait obat-obatan.

Ia menuturkan bahwa masih terjadi kesalahan membaca resep, pengambilan, aturan pakai dan penyimpanan obat.

Oleh karena itu, di setiap unitnya siap berjaga apoteker yang hadir setiap jam, dalam rangka meminimalisir kesalahan tersebut.

Terutama untuk ketersediaan dan sampainya obat ke tangan pasien dengan tepat.

"Dengan adanya apoteker yang siap mendampingi maka akan memastikan kualitas obat akan jauh lebih baik. Kita juga terus berupaya melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, agar diperoleh akses kesehatan yang maksimal," katanya. (*).

Berita Tekait

banner kki

pelatihan perencanaan anggaran jkn3

bl pembiyaan

evaljkn18

monevjkn17

calon fasilitator

cop 01
cop 01
cop 01
policy

Policy Paper