Peserta BPJS Kesehatan di Bojonegoro Hanya Mencapai 60 Persen

Peserta BPJS Kesehatan di Bojonegoro Hanya Mencapai 60 Persen

TIMESINDONESIA, BOJONEGORO – Peserta BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan di wilayah Kabupaten Bojonegoro masih belum merata. Hal itu terlihat dari 1.300.000 penduduk di Kabupaten tersebut, baru 60 persen yang tercatat atau yang baru menjadi peserta BPJS.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bojonegoro, Muhammad Masrur Ridwan mengatakan, di Kabupaten Bojonegoro baru sekitar 700 ribu orang yang terdaftar menjadi peserta BPJS.

"Masih 40 persen atau sekitar 600 ribu orang belum memiliki jaminan kesehatan nasional maupun kartu indonesia sehat. Kita targetkan sebelum 1 Januari 2019 kalau bisa harus sudah tuntas," kata Masrur, Minggu (1/7/2018).

Untuk itu, pihaknya terus melakukan pendekatan kepada badan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Selain itu, juga membuat kerjasama dengan perizinan satu atap untuk mewajibkan setiap pemilik usaha mendaftarkan BPJS Kesehatan karyawannya.

"Target kita paling tidak 95 persen harus sudah terdaftar," ucap Masrur, menegaskan.

Selain karyawan UMKM, potensi penambahan peserta JKN adalah dari kalangan perangkat desa. Sekalipun sudah ada Peraturan Bupati (Perbup) yang mengharuskan perangkat desa didaftarkan BPJS Kesehatan, namun pada kenyataan masih banyak yang belum mendaftar secara mandiri. "Baru 17 persen perangkat desa yang terdaftar," ujarnya.

Untuk mengejar target penuntasan ini, BPJS juga menggulirkan program penerima bantuan iuran (PBI) bagi warga miskin yang dibiayai dari APBD. Program ini diperuntukkan bagi penerima jaminan kesehatan daerah (Jamkesda).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiyati mengungkapkan, dari 163 ribu penerima Jamkesda, sebanyak 7.431 ribu yang siap diintegrasi dengan program PBI untuk tahap pertama pada Juli mendatang. "Dari 10 ribu yang kita verifikasi by name by adress, yang sesuai persyaratan hanya sejumlah itu," ujar Ninik.

Dirinya menuturkan, dari total penerima Jamkesda itu diperkirakan hanya 70 persen yang sesuai persyaratan untuk mendapatkan PBI terkait BPJS. Hal ini dikarenakan telah terjadi banyak perubahan data dan kondisi penerima Jamkesda di Kabupaten Bojonegoro, baik telah meninggal dunia, pindah tempat maupun meningkat ekonominya. "Perkiraan kita setelah diverifikasi tinggal 144 ribu," tutupnya. (*)

Berita Tekait

banner kki

pelatihan perencanaan anggaran jkn3

bl pembiyaan

evaljkn18

monevjkn17

calon fasilitator

cop 01
cop 01
cop 01
policy

Policy Paper