RSMM Timika Segera Operasikan Fasilitas Kesehatan Pertama Bekerjasama dengan BPJS

TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM —- Pengelola Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, Papua, segera mengoperasikan fasilitas kesehatan tingkat pertama sebagai salah satu prasyarat rumah sakit itu melaksanakan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Direktur Yayasan Caritas Timika Papua (YCTP) Yosep Yopi Kilangin di Timika, Minggu, mengatakan pembangunan fasilitas kesehatan tingkat pertama di lingkungan RSMM yang sudah hampir rampung semata-mata untuk menjawab kebutuhan perlunya kerja sama dengan lembaga BPJS Kesehatan.

Setelah fasilitas itu nanti beroperasi, para pasien yang selama ini langsung datang berobat di RSMM terlebih dahulu harus mengikuti alur pelayanan kesehatan tingkat pertama. Jika tidak bisa ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama, maka barulah pasien tersebut dirujuk lebih lanjut ke RSMM.

“Selama RSMM Timika beroperasi sejak tahun 1999, terkesan bahwa rumah sakit ini seolah-olah seperti klinik besar. Masyarakat sakit apa saja langsung ke RSMM untuk berobat. Padahal banyak penyakit yang dialami warga itu bisa ditangani di tingkat Puskesmas. Kenyataan itu berlangsung dari tahun ke tahun. Sekarang kita harus mulai melakukan pembenahan,” kata Yopi.

Dalam beberapa tahun terakhir, kata dia, Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) selaku pemilik RSMM Timika telah melakukan kerja sama dengan Dinkes Mimika untuk meningkatkan peran Puskesmas dan Pustu di wilayah pedalaman dan pesisir Mimika dalam membantu penanganan berbagai kasus penyakit masyarakat setempat.

Meski upaya peningkatan kapasitas Puskesmas terus dilakukan, namun warga asli masih terus membludak datang berobat di RSMM Timika.

Melalui diskusi dengan pihak BPJS Kesehatan, LPMAK bersama YCTP yang menaungi RSMM Timika akhirnya membangun fasilitas kesehatan tingkat pertama di lokasi bagian depan RSMM Timika.

“Ke depan, fasilitas Poli Umum yang selama ini melayani masyarakat yang berobat di RSMM akan ditiadakan. Semua masyarakat yang datang berobat, harus melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama. Kalau memang harus dirujuk, barulah dirujuk ke RSMM di bagian belakang. Kita semua menghendaki sistem pelayanan ala BPJS Kesehatan berjalan maksimal di RSMM Timika,” jelas Yopi.

Hingga kini, katanya, semua pasien lokal tujuh suku ditanggung pengobatannya dengan kartu BPJS Kesehatan.

Tarif pengobatan yang ditanggung BPJS Kesehatan hanya mampu mengkover seperempat dari tarif pengobatan di RSMM Timika. Selisih? tarif pengobatan warga lokal tujuh suku akan ditagihkan ke LPMAK.

“Kami sudah menghitung semuanya. Selisih tarif akan dibayarkan oleh LPMAK. Kami mengharapkan seluruh orang Papua di Timika menjadi peserta BPJS Kesehatan dengan mengurus Kartu Tanda Penduduk. Sebab kalau tidak menjadi peserta BPJS Kesehatan, ke depan agak susah dilayani,” jelas Yopi.

RSMM Timika juga nantinya akan melayani warga non Papua yang menjadi peserta program BPJS Kesehatan.

“Semua sudah siap, termasuk tenaga yang akan mengelola fasilitas kesehatan tingkat pertama itu sudah kami siapkan. Kalau tidak ada hambatan, dalam waktu satu-dua bulan ke depan fasilitas ini sudah bisa dioperasikan,” jelas Yopi Kilangin.

Berita Tekait

banner kki

pelatihan perencanaan anggaran jkn3

bl pembiyaan

evaljkn18

monevjkn17

calon fasilitator

cop 01
cop 01
cop 01
policy

Policy Paper