Community of Practice (CoP)

Pembiayaan Kesehatan di Indonesia

Analisis Kenaikan Anggaran Kesehatan : Studi Kasus Provinsi DIY

anggaran

Seperti yang diketahui bersama, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2015 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2016 menyatakan dari anggaran pendapatan Negara yang sebesar Rp 1.822.545.849.136.000,- sekitar Rp 208.931.288.798.000,- dialokasikan untuk dana transfer khusus yang terdiri atas DAK fisik dan DAK non fisik. Pemerintah juga menyetujui anggaran kesehatan naik menjadi 5% dari total belanja negara. Menurut Menteri Kesehatan Nila Moeloek, anggaran itu untuk mendanai kenaikan iuran peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kenaikan anggaran kesehatan ini juga akan dikeluarkan Kementerian Kesehatan untuk penguatan fasilitas kesehatan primer. Total DAK bidang kesehatan dan keluarga berencana dalam DAK fisik mencapai Rp 16.373.208.000.000,- sedangkan untuk dana bantuan operasional kesehatan (BOK) dalam DAK non fisik mencapai Rp 4.567.000.000.000,-

Setelah mencoba menganalisis APBN dan APBD dengan studi kasus di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Community of Practice Pembiayaan Kesehatan dan JKN menemukan ada peningkatan anggaran dari 2015 ke 2016, termasuk DAU dan DAK. Proporsi DAK fisik kesehatan terhadap total DAK fisik di DIY mengalami kenaikan di 2016. DAK fisik kesehatan DIY meliputi dukungan pelayanan dasar, pelayanan rujukan, pelayanan kefarmasian, keluarga berencana, dan sarpras kesehatan.

Selain dana keistimewaan yang sebesar Rp 547.450.000.000,- DIY juga menerima DAK non fisik kesehatan yang meliputi BOK, akreditas RS, akreditasi Puskesmas, dan Jampersal. Adanya dana desa dan dana insentif daerah turut mendukung pembiayaan kesehatan di Provinsi DIY. Bagaimana peran pembiayaan APBN dan APBD terhadap upaya promotif preventif dan perbaikan skenario JKN ?

pdfDiskusi Virtual Community of Practice Pembiayaan Kesehatan dan JKN

Silahkan dapat berdiskusi bersama-sama. Terima kasih.

 

 

Comments   

 
#16 Noemi 2017-04-05 13:29
Good article. I certainly love this website.

Stick with it!

Here is my weblog; gianna michaels cam show: http://www.babescamshows.com/
Quote
 
 
#15 Danelle 2017-04-05 02:27
Hi would you mind sharing which blog platform you're using?
I'm planning to start my own blog soon but I'm having a tough time selecting between BlogEngine/Word press/B2evoluti on and Drupal.
The reason I ask is because your design and style seems different
then most blogs and I'm looking for something completely unique.
P.S Apologies for being off-topic but I had to ask!


Here is my webpage :: porn (http://www.babescamshows.com/: http://www.babescamshows.com/en/lsl/boys-cam-shows)
Quote
 
 
#14 Kaspar bin Sutikno 2016-02-16 05:49
Saya ingin menanggapi mengenai kenaikan dana DAK non Fisik. Kondisi di lapangan saat ini, memang ada kenaikan alokasi dana khususnya pada kegiatan BOK dan Jampersal yang nilainya luarbiasa. Namun dalam tataran pelaksanaannya banyak sekali kendala diantaranya :
1. Sampai saat ini tanggal 15 Pebruari 2016 Juknis yang mengatur mekanisme pelaksanaan lebih detail kegiatan tersebut belum ada.
2. Bagaimana mekanisme pengelolaan dananya, oleh Dikes atau langsung oleh Puskesmas. Dana di Dinkes atau di Puskesmas belum jelas
3. Pertanggung jawabannya bagaimana belum diatur. Yang ada masih acuan menu yang bisa dipakai. Dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk pertanggungjawa ban pada masing - masing menu tersebut juga belum ada, Bagaimana komposisi pendanaan pada masing - masing menu juga tidak di atur
4. Menu kegiatan pada kegiatan Jampersal yang dananya hanya berfokus pada sewa rumah singgah, berpotensi tidak ada penyerapan dana tersebut pada sebagian besar kabupaten/ kota di jawa
5. Tingginya alokasi dana BOK di Puskesmas berpotensi tidak terserap karena melebihi kebutuhan riil
6. Adanya potensi terjadinya duplikasi biaya program di Puskesmas karena adanya beberapa sumber pendanaan di puskesmas : JKN, APBD dan BOK
Terima kasih
Quote
 
 
#13 Sukantoro 2016-02-16 05:48
Terima kasih kiriman-kiriman emailnya, sangat bemanfaat.
Quote
 
 
#12 M. Faozi Kurniawan 2016-02-16 05:47
Menarik dari diskusi terkait tentang kenaikan angaran kesehatan 2016. Hal yg menarik lagi mekanisme transfer dana ke daerah juga mengalami kenaikan, hal ini memperlihatkan dukungan pemerintah pusat untuk desentralisasi kesehatan semakin optimal. Namun, yg perlu di cermati bahwa kebijakan dana sekrg utk kenaikan dana promotif preventif apakah sdh terjadi, mengingat kenaikan dana JKN akan terus naik setiap tahunnya. Kebijakan JKN perlu diimbangi dengan Kebijakan Promotif Preventif....ma rinkita telaah apa saja kebijakan Promotif Preventif?
Peralihan dana BOK ke dana DAK non fisik ke daerah juga perlu di kawal, terlebih lagi Juknis ukt DAK non fisik juga baru saja di rilis pdahal ini seharusnnya bisa dirilis pada awal penganggaran dana dak di daerah.

Solusi 1 dan solusi 2 yg sdh di tawarkan dri pak Agus kalau tdak salah bagus utk ditindaklajuti secara operasional dalm bentuk kebijakan, kebijakan apa yg cocok utk bisa diterpkan..
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

bl pembiyaan

monevjkn17

calon fasilitator

cop 01
cop 01
cop 01
policy

pendaftaran-alert

lapjkn

regulasi-jkn copy

arsip-pjj-equity

Arsip Kegiatan

Dana-Dana Kesehatan

pemerintah

swasta-masy

jamkes

*silahkan klik menu diatas

Policy Paper

Link Terkait

jamsosidthe-lancet