Anggaran Program Promotif-Preventif BPJS Kesehatan Naik Hampir 100%

Bean (Pimpinan PT Tuntext Garment Indonesia), Fajriadinur (Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan), Nila Moeloek (Ketua YKI) dan Sigit Wardojo (Kepala Dinas Kesehatan provinsi Banten) saat pencanangan "Gerakan Nasional Deteksi Dini Kanker Leher Rahim" di Tangerang (26/6).

Jakarta- Dalam upaya mengoptimalkan upaya promotif dan preventif, BPJS kesehatan telah meningkatkan anggaran untuk dua program tersebut dari Rp 260 miliar di tahun 2014 menjadi Rp 406 miliar di tahun 2015.

"Dengan peningkatan anggaran yang hampir 100 persen ini, diharapkan program promotif dan preventif bisa lebih maksimal, sehingga anggaran untuk membiayai orang yang sakit bisa berkurang," kata Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Fajriadinur di Jakarta, Selasa (5/5).

Salah satu program promotif dan preventif yang telah dijalankan BPJS Kesehatan adalah kegiatan deteksi dini kanker serviks melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan tes pap smear.

Sepanjang tahun 2014, deteksi dini yang dilakukan BPJS Kesehatan dengan metode IVA telah berhasil menjangkau 81.000 peserta, sementara pap smear berhasil menjangkau 248.940 peserta. Layanan deteksi dini ini diberikan BPJS Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat pertama (FKTP).

"BPJS Kesehatan bersama Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja juga telah melaksanakan gerakan deteksi dini melalui metode pemeriksaan IVA. Metode ini sangat efektif mendeteksi adanya kanker dan juga biayanya lebih murah. Jadi bisa lebih banyak menjangkau perempuan di seluruh Indonesia," ungkap Fajriadinur.

sumber: beritasatu

Berita Tekait

monevjkn17

calon fasilitator

cop 01
cop 01
cop 01
policy

Policy Paper