Latar Belakang

Prinsip sinkronisasi tersebut juga seharusnya tercermin dalam lingkup spesifik seperti bidang kesehatan. Seringkali terjadi sebelumnya, karena banyaknya sektor yang harus diperhatikan, bidang kesehatan menjadi "tenggelam" dalam dokumen RPJMD. "Porsi" bidang kesehatan sangat terbatas. Hal ini dinilai kurang memadai dan kurang bisa mencerminkan kompleksitas permasalahan kesehatan yang ada termasuk rencana pemecahannya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dibutuhkan suatu upaya untuk lebih menjabarkan substansi bidang kesehatan dalam RPJMD agar pembangunan kesehatan di daerah dapat lebih komprehensif dan bisa dijadikan acuan semua SKPD untuk menyusun Rencana Strategisnya.

Untuk mendukung sekaligus mengarahkan upaya tersebut, Bappenas bekerja sama dengan Tim Konsultan dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM telah menyusun pedoman (dalam bentuk modul) sebagai acuan bagi mereka yang bertugas untuk menyusun draft RPJMD khususnya penjabarannya dalam bidang kesehatan. Agar dapat berjalan dengan baik, dibutuhkan suatu pelatihan untuk dapat memahami dan kemudian dapat menyusun RPJMD khususnya bidang kesehatan. Sebagai sasaran pertama pelatihan ini adalah para perencana di level provinsi. Alasan utamanya adalah bahwa RPJMD khususnya bidang kesehatan selanjutnya akan menjadi acuan bagi kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan.

 

 

Browse top selling WordPress Themes & Templates on ThemeForest. This list updates every week with the top selling and best WordPress Themes www.bigtheme.net/wordpress/themeforest