BAB IV. Sinkronisasi RPJMD-RPJMN Sub Bidang Kesehatan dan Gizi Masyarakat



Bab IV ini akan lebih banyak menjelaskan mengenai pedoman/ atau cara penyusunan sinkronisasi RPJMD dengan RPJMN Sub Bidang Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Sebelum menjelaskan lebih rinci mengenai hal tersebut, perlu diketahui bahwa modul sinkronisasi ini merupakan modul sinkronisasi untuk tingkat Kabupaten. Modul ini juga ditujukan untuk daerah yang baru akan menyusun RPJMD dan bagi daerah yang sudah memiliki RPJMD serta sudah berjalan RPJMD nya untuk melakukan penyesuaian atau sinkronisasi.

Sinkronisasi dalam modul ini dilakukan melalui beberapa tahap. Tahapan tersebut disusun memperhatikan tata cara penyusunan RPJMD yang diatur dalam Permendagri No. 54 tahun 2010. Tahapan dalam menyusun RPJMD menurut Permendagri No. 54 Tahun 2010 adalah sebagai berikut:

  1. Pendahuluan
  2. Gambaran umum kondisi daerah
  3. Gambaran pengelolan keuangan daerah serta kerangka pendanaan
  4. Analisis isu-isu srategis,
  5. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
  6. Strategi dan arah kebijakan
  7. Kebijakan umum dan program pembangunan daerah, Indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan
  8. Penetapan indikator kinerja Daerah
  9. Pedoman transisi dan kaidah pelaksanaan

Sedangkan untuk tahapan sinkronisasi dalam modul ini adalah tahapan untuk menyusun dokumen pendukung dalam menyusun RPJMD dan terdiri dari delapan tahap. Kedelapan tahapan tersebut akan dijelaskan pada poin C di bawah.

Pengertian dan Lingkup

Pengertian dan ruang lingkup sinkronisasi RPJMD dengan RPJMN Sub Bidang Kesehatan menurut anak Lampiran VIII Petunjuk Pelaksanaan Nomor 3 /Juklak/Sesmen/2014 Tanggal 26 Juni 2014 tentang Tata Cara Penyusunan RPJMN 2015-2019 adalah :

  1. Konsistensi sasaran pokok RPJMD dengan sasaran pokok nasional.
  2. Konsistensi arah kebijakan dan strategi pembangunan daerah dalam mendukung pencapaian prioritas nasional.
  3. Penyesuaian target dalam RPJMD dengan target prioritas nasional terkait.
  4. Penyesuaian pendanaan yang dialokasikan.
  5. Khusus untuk Kegiatan Strategis Nasional, RPJMD harus menyesuaikan arah kebijakan dan strategi, sasaran program dan kegiatan yang mendukung kegiatan strategis nasional tersebut.

Mengacu pada referensi di atas, sinkronisasi yang akan dilakukan dalam modul ini adalah upaya penyesuaian antara kemampuan daerah dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Penyesuaian berbentuk dukungan pencapaian sasaran , target, dan prioritas nasional yang disesuaikan dengan kondisi daerah. Jadi, daerah tidak harus membuat RPJMD sama persis dengan RPJMN, namun daerah harus mampu menerjemahkan RPJMN tersebut sesuai dengan kebutuhan dan situasi di daerah masing-masing.

Tahapan Sinkronisasi

Kerangka Kerja yang digunakan dalam Penyusunan Sinkronisasi RPJMD dengan RPJMN Bidang Kesehatan ini tercermin pada Gambar 17.

gb12

Gambar 12. Tahapan Sinkronisasi RPJMD dengan RPJMN Bidang Kesehatan

Keterangan mengenai gambar tahapan sinkronisasi di atas adalah sebagai berikut:

Tahap 1: Sinkronisasi Analisis Situasi dan Masalah Kesehatan
Tahap 2: Sinkronisasi Isu Strategis
Tahap 3: Sinkronisasi Misi/Sub Misi, Tujuan, Sasaran, dan Indikator Pembangunan
Tahap 4: Sinkronisasi Target Sasaran
Tahap 5: Sinkronisasi Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan
Tahap 6: Sinkronisasi Program Daerah dengan Prioritas Nasional, Program Prioritas, dan Kegiatan Prioritas Berdasarkan Indikator dan Pembagian Urusan Pemerintahan
Tahap 7: Sinkronisasi Kerangka Pendanaan Program dan Kegiatan yang Mendukung Prioritas Nasional
Tahap 8: Sinkronisasi Indikasi Lokasi Pelaksanaan Program.

Selanjutnya, kedelapan tahapan sinkronisasi akan diuraikan satu persatu

 

 

 

Browse top selling WordPress Themes & Templates on ThemeForest. This list updates every week with the top selling and best WordPress Themes www.bigtheme.net/wordpress/themeforest