Pengantar Umum

Latar Belakang

Salah satu kendala dalam implementasi system perencanaan pembangunan (termasuk bidang kesehatan) di Indonesia adalah kurang sinkronnya antara RPJMD dengan RPJMN. Idealnya, RPJMN menjadi acuan bagi daerah dalam menyusun RPJMD. Hal itu akan mudah tercapai jika “kronologis” Pemilihan Presiden mendahului Pemilihan Kepala Daerah. Pada kenyataannya, kronologis seperti itu masih belum sepenuhnya seperti yang diharapkan. Cukup banyak daerah yang jadwal pemilihan kepala daerahnya mendahului Pemilihan Presiden.

Dalam konteks demikian, Pilkada Serentak tanggal 9 Desember 2015 yang diikuti 264 daerah (provinsi dan kabupaten/kota) yang kemudian akan disusul dengan 5 daerah lainnya, menjadi momentum tepat untuk melakukan sinkronisasi RPJMD dengan RPJMN. Sesuai ketentuan peraturan yang ada, dalam waktu 6 bulan setelah dilantik, kepala daerah harus sudah menyusun RPJMD. Penyusunan RPJMD ini harus mengacu pada RPJMN yang telah disusun pemerintah pusat setelah dilantiknya Presiden Joko Widodo tanggal 20 Oktober 2014.

selengkapnya

Tujuan

  1. Memahami Sistem perencanaan pembangunan nasional:
    1. Sistematika perencanaan di tingkat pusat
    2. Sistematika perencanaan di tingkat prov dan kab/kota
  2. Memahami Pokok-pokok RPJMN 2015-2019 (umum)
  3. Memahami Pokok-pokok RPJMN 2015-2019 sub bidang kesehatan dan gizi masyarakat
  4. Memahami Pedoman penyusunan RPJMD dan Renstra Dinkes –> sasaran, kebijakan dan strategi, program, kegiatan, indikator , dan target (termasuk indikasi pendanaan)

 

Narasumber

  1. Bappenas (Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat)
  2. Kementerian Dalam Negeri
  3. Kementerian Keuangan
  4. Kementerian Kesehatan
  5. PKMK FK UGM

 

Peserta

  1. Bappeda Provinsi
  2. Dinas Kesehatan Provinsi.
  3. Rumah Sakit
  4. Perangkat Daerah terkait kesehatan

Waktu Pelaksanaan

Waktu Menyesuaikan

 

Tempat Pelaksanaan

  • Kegiatan Tatap Muka: di salah satu provinsi baik di regional Barat, Tengah, maupun Timur.
  • Kegiatan Webinar: penyelenggara PKMK FK UGM; peserta di lokasi tugas masing-masing
  • Pendampingan peserta (sesuai kebutuhan): di lokasi tugas masing-masing.

 

Metode Pelaksanaan

Pelatihan diselenggarakan dengan pendekatan Blended-learning yang mengkombinasikan metode tatap muka, belajar mandiri secara On-Line, seminar online melalui Webinar, dan pendampingan di tempat tugas peserta.

Struktur Program

Sesi

Materi

Nara Sumber

Media

1 Hubungan RPJMN dengan RPJMD Bappenas Video; Web; Modul
2 Permasalahan Sinkronisasi RPJMD dan RPJMD Bappenas Video; Web; Modul
3 Filosofi RPJMN 2015-2019 Bappenas Video; Web; Modul
4 Ringkasan RPJMN 2015-2019 Kementerian Kesehatan Video; Web; Modul
5 Permasalahan dan Isu Strategis Tim Fasilitator  
6 Sasaran Pokok Tim Fasilitator  
7 Analisis Situasi dan masalah kesehatan Tim Fasilitator  
8 Perumusan Visi-Misi Daerah Tim Fasilitator  
9 Perumusan Tujuan dan Sasaran Tim Fasilitator  
10 Perumusan Arah Kebijakan dan Strategis Tim Fasilitator  
11 Penyusunan Program Perangkat Daerah (PD) Tim Fasilitator  
12 Penyusunan Kebijakan dan Kegiatan Lintas Perangkat Daerah (PD) Tim Fasilitator  
13 Penyusunan Kerangka Reguler dan Pendanaan Tim Fasilitator  

 

Hasil Yang Diharapkan

Setelah selesai mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu menyusun Sinkronisasi RPJMD dengan RPJMN Bidang Kesehatan dalam bentuk Rencana Kesehatan Jangka Menengah Daerah.

Browse top selling WordPress Themes & Templates on ThemeForest. This list updates every week with the top selling and best WordPress Themes www.bigtheme.net/wordpress/themeforest