Extension of coverage and ensuring its impact

on access and financial protection: Perspective for Thailand

Phusit Prakongsai, M.D, PhD


Phusit Prakongsai M.D PhDPhusit Prakongsai, M.D, PhD

Pemaparan sesi diskusi selanjutnya disampaikan Phusit dari Thailand yang menyatakan bahwa kebijakan UHC di Thailand bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di Thailand dengan memberikan akses yang adil untuk pelayanan kesehatan terhadap kebutuhan kesehatan di masyarakat. Tujuan kedua adalah mencegah bencana keuangan ketika dihadapkan pada tingginya biaya pelayanan kesehatan. Ada tiga skema UHC di Thailand, yaitu untuk seluruh masyarakat dengan UCS sebesar 75%, skema sektor informal dengan SHI 16% dan sektor formal CSMBS 9%. Skema UHC ini menghasilkan OOP yang rendah dan mengurangi bencana keuangan dan kesehatan pada kelompok miskin. Skema ini juga didukung dengan ekstensif dan komprehensif paket manfaat dan intervensi yang tinggi terhadap diagnosa penyakit. Dengan menggunakan analisis ekonomi dan keputusan politik dihasilkan paket manfaat yang esesnsial dengan biaya tinggi dan pelayanan kesehatan dari tahun 2002 sampai tahun 2012. Ini juga menghasilkan pelayanan kesehatan dasar untuk paket manfaat individu. Hal ini berdampak pada peningkatan utilisasi dan mengurangi hal-hal yang tidak bermanfaat.Peningkatan akses untuk intervensi terhadap penyakit yang berbiaya tinggi seperti penyakit hati juga masuk dalam paket UHC.

Akhirnya skema UHC meningkatkan equity ada pelayanan kesehatan yang digunakan. Pada metode pembayaran menggunakan model campuran untuk mencapai tujuan kebijakan dalam keadilan akses pelayanan kesehatan dan perlindungan keuangan dengan memberikan efisiensi. Hal ini dicapai dengan dukungan penguatan pada layanan kesehatan dasar seperti memperbaiki infrastruktur, membangun transportasi, memperbaiki saran dan prasarana. Hal ini juga didukung strategi pendidikan dengan menignkatkan produktivitas rasio dokter dan rekruitmen tenaga kesehatan di daerah pedesaan. Ini juga didukung dengan insentif keuangan bagi tenaga keseahtan yagn bekerja di daerah pedesaan dan terpencil.

Akhirnya pesan kebijakan yang disampaikan yaitu melanjutkan percobaan yang didalamnya terdapat efektivitas biaya dan intervensi biaya tinggi kedalam paket manfaat UHC, investasi jangka panjang dan berkelanjutan di sistem kesehatan daerah khususnya memperkuat Puskesmas dalam hal distribusi tenaga dan yang terakhir adalah manajemen yang efektif pada kantor UHC.

back Kembali ke halaman reportase

Reportase lainnya

the-8th-indonesian-health-economist-association-inahea-biennial-scientific-meeting-bsm-2023The 8th Indonesian Health Economist Association (InaHEA) Biennial Scientific Meeting (BSM) 2023 25-27 Oktober 2023 InaHEA BSM kembali diadakan untuk...
gandeng-ugm-dinas-kesehatan-dan-keluarga-berencana-kabupaten-sampang-adakan-pendampingan-tata-kelola-program-kesehatan-di-kabupaten-sampang Kamis, 6 April 2023, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sampang bersama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM...
diseminasi-buku-petunjuk-pelaksanaan-layanan-hiv-aids-dan-infeksi-menular-seksual-ims-dalam-skema-jknReportase Diseminasi Buku Petunjuk Pelaksanaan Layanan HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) dalam Skema JKN 22 Desember 2022 dr. Tri Juni...