Bagaimana Meningkatkan Keikutsertaan Pekerja Informal Terhadap JKN?

Masyarakat Praktisi (Community of Practice):

Program Jaminan Kesehatan Nasional Indonesia

Disusun oleh:

Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Bagaimana Meningkatkan Keikutsertaan

Pekerja Informal Terhadap JKN?

http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/710273/big/BPJS-2014.jpg

Peserta penerima bantuan iuran (PBI) mendominasi kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia, termasuk Provinsi D.I. Yogyakarta. Rendahnya jumlah peserta bukan penerima upah (PBPU) dan turunnya jumlah peserta baru yang non PBI, bukan hanya menjadi indikasi belum optimalnya sosialisasi, tetapi juga belum terbentuknya kesadaran (awareness) pekerja informal terhadap program JKN. Kesadaran yang dimaksud cukup menentukan kesanggupan dan keterlibatan masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan program JKN.

Penelitian yang bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran pekerja sektor informal terhadap program JKN di Provinsi D.I. Yogyakarta ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Subjeknya adalah pekerja informal di Provinsi D.I. Yogyakarta yang belum menjadi peserta JKN yang ditetapkan dengan quota sampling (200 responden) dan dipilih secara purposive. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara univariabel, bivariabel, dan multivariabel.

Pekerja sektor informal pada umumnya memiliki tingkat kesadaran tinggi terhadap program JKN yang menandakan bahwa responden tidak sekedar mengetahui, namun juga mengingat beberapa hal mengenai program JKN. Jenis pekerjaan utama, tingkat pendidikan, dan tingkat pengetahuan paling signifikan dalam meningkatkan kesadaran pekerja sektor informal terhadap program JKN, terutama pada aspek kepesertaan, pelayanan kesehatan, manfaat dan iuran. Sebagian besar pekerja sektor informal menunda kepesertaan karena masih merasa belum membutuhkan, belum sepenuhnya memahami prosedur dan manfaat JKN, dan mendengarkan keluhan dari orang-orang terdekat yang sudah menjadi peserta JKN.

Memanfaatkan UKBM dan berbagai pertemuan tingkat desa sebagai sarana sosialisasi yang melibatkan toga, toma, perhimpunan pekerja informal, kader, dan petugas kesehatan dengan konten prioritas tentang kemudahan prosedur pendaftaran, pelayanan kesehatan, dan paket manfaat JKN diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pekerja sektor informal terhadap program JKN. Selain mengoptimalkan layanan tambahan CoB dengan manfaat dan iuran yang lebih menarik, meningkatkan partisipasi masyarakat sebagai input kendali mutu dan kendali biaya juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dan keikutsertaan masyarakat terhadap JKN.

 

Silakan berkomentar dibawah

{jcomments on}

banner kki

pelatihan perencanaan anggaran jkn3

bl pembiyaan

evaljkn18

monevjkn17

calon fasilitator

cop 01
cop 01
cop 01
policy

pendaftaran-alert

lapjkn

regulasi-jkn copy

arsip-pjj-equity

Arsip Kegiatan

Dana-Dana Kesehatan

pemerintah

swasta-masy

jamkes

*silahkan klik menu diatas

Policy Paper

Link Terkait

jamsosidthe-lancet