Bagaimana Transformasi Strategic Purchasing yang Pro-Poor ?

http://3.bp.blogspot.com/-Kkbq8D2uyp4/VAVPRZRDm1I/AAAAAAAAAig/z5MHir-YkNE/s1600/indonensia-sehat.png 

Program promosi kesehatan dan pencegahan penyakit saat ini memerlukan beberapa aksi nyata dalam suatu sistem kesehatan, antara lain perbaikan dalam proses pembuatan kebijakan, reformasi birokrasi pemerintahan, peningkatan akses terhadap layanan kesehatan baik dari aspek sumber daya manusia maupun obat dan perbekalan kesehatan, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah maupun swasta sebagai pemberi layanan kesehatan. Salah satu kemajuan yang perlu mendapatkan apresiasi beberapa tahun terakhir adalah terwujudnya akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan serta adanya perlindungan finansial akibat beban penyakit melalui sebuah sistem pembiayaan kesehatan yang efektif dan efisien. Meskipun demikian, masalah kesehatan masyarakat miskin dan kurang beruntung seringkali masih termarginalkan.

Menghadapi hal ini, Bank Dunia (World Bank) menerbitkan publikasi bertajuk  “Spending Wisely: Buying Health Services for the Poor”. Buku ini merupakan seri terbaru buku-buku Bank Dunia yang mengulas bagaimana seharusnya dana publik dialokasikan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Buku ini mengulas tentang lesson learned  aktivitas strategic purcashing di sektor non-kesehatan dan bagaimana potensinya untuk diterapkan di sektor kesehatan, khususnya di beberapa negara berkembang. Dalam buku ini, beberapa penulis menunjukkan bagaimana kepetingan masyarakat miskin dan kurang beruntung dilayani secara lebih baik melalui pengalokasian dana publik untuk layanan kesehatan.

Berfokus pada strategic purcashing, dan sistem contracting out, “Spending Wisely: Buying Health Services for the Poor” mengulas bagaimana cara mengalokasikan dana publik secara bijak untuk layanan kesehatan secara lebih efisien dan berkeadilan di beberapa negara berkembang. Premis yang mendasari adalah perlunya memisahkan fungsi pembiayaan dari proses pemberian layanan dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan publik serta mendorong terwujudnya akuntabilitas. Terkait dengan proses perubahan dari passive budgeting menuju active purcashing dalam pelayanan kesehatan, penulis merekomendasikan kepada pembuat kebijakan untuk mengajukan lima pertanyaan mendasar, yaitu: untuk siapa pembelian dilakukan, apa yang akan dibeli, dari mana akan dibeli, bagaimana cara untuk membayar, serta berapa harganya?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menekankan pentingnya peran organisasi, kelembagaan, dan isu manajemen bagi kinerja pelayanan publik di bidang pelayanan kesehatan  di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Buku ini terbagi menjadi enam bagian, yang meliputi kerangka konseptual, transformasi strategic purcashing yang pro-poor, pembelian layanan kesehatan, pembelian input, perilaku pasar/supply/demand pembeli, dan isu hukum dan kebijakan. Selengkapnya mengenai buku ini dapat Bapak/Ibu/Saudara unduh melalui link berikut.

banner kki

pelatihan perencanaan anggaran jkn3

bl pembiyaan

evaljkn18

monevjkn17

calon fasilitator

cop 01
cop 01
cop 01
policy

pendaftaran-alert

lapjkn

regulasi-jkn copy

arsip-pjj-equity

Arsip Kegiatan

Dana-Dana Kesehatan

pemerintah

swasta-masy

jamkes

*silahkan klik menu diatas

Policy Paper

Link Terkait

jamsosidthe-lancet