Sistem Kesehatan Nasional (SKN) merupakan pilar utama dalam mewujudkan kesehatan masyarakat yang adil, namun implementasinya masih menghadapi hambatan berupa akses yang tidak merata terhadap layanan kesehatan, distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata, dan pembiayaan yang tidak efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama dalam implementasi SKN di Indonesia, merumuskan strategi yang relevan untuk mengatasinya, serta menganalisis efektivitas dan efisiensi anggaran kesehatan nasional dalam kerangka kebijakan berbasis kinerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui tinjauan literatur dengan sumber data meliputi peraturan pemerintah, laporan resmi, dan publikasi internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SKN masih dibatasi oleh tata kelola yang terfragmentasi, alokasi yang rendah untuk upaya promotif-preventif, dan dominasi pengeluaran kuratif. Namun, peluang untuk memperkuat sistem kesehatan terdapat melalui enam pilar transformasi kesehatan, termasuk penguatan layanan primer, peningkatan layanan rujukan, ketahanan sistem, reformasi pembiayaan, pengembangan sumber daya manusia, dan digitalisasi kesehatan. Pembahasan menekankan pentingnya mengarahkan ulang prioritas anggaran, meningkatkan akuntabilitas kinerja, dan mendiversifikasi sumber pendanaan untuk mendukung pencapaian Cakupan Kesehatan Universal (UHC) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Studi ini menunjukkan bahwa optimasi anggaran berbasis kinerja, tata kelola yang kuat, dan diversifikasi sumber pendanaan merupakan kunci untuk mencapai tujuan tersebut.













