Dampak Pandemi, Ratusan Peserta BPJS Mandiri Minta Pindah ke PBI

BANGLI, BALI EXPRESS- Diduga gara-gara pandemi Covid-19, ratusan masyarakat Bangli mengusulkan pindah dari kepesertaan BPJS Kesehatan mandiri ke BPJS Kesehatan yang dibiayai APBD kabupaten atau penerima bantuan iuran (PBI). Namun Dinas Sosial Kabupaten Bangli belum bisa menjamin semuanya bisa pindah.

Kepala Seksi Pendataan, Kelembagaan dan Kemitraan Dinas Sosial Kabupaten Bangli Neneng Setiawati mengatakan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum pindah. Salah satunya adalah kepesertaan. Sesuai perjanjian kerja sama Pemkab Bangli dengan BPJS Kesehatan, hanya peserta mandiri kelas III yang boleh pindah ke PBI APBD. Sebelum mengusulkan pindah, harus dipastikan tidak ada tunggakan iuran. “Harus ada surat keterangan miskin dari desa,” sebut Neneng dikonfirmasi Senin (17/5).

Meskipun sudah melengkapi syarat administrasi tersebut, Neneng menegaskan bahwa belum jaminan bisa langsung pindah kepesertaan. Dinas Sosial harus melihat ketersediaan dana yang dianggarkan oleh Dinas Kesehatan. Sebab pemerintah mengutamakan masyarakat yang sama sekali belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. “Kalau yang sudah memiliki, silahkan bersabar karena pada dasarnya mereka (peserta mandiri) sadar ikut yang membayar,” tegas Neneng.

Tetapi karena berbagai persoalan, salah satunya dampak pandemi Covid-19, akhirnya banyak mengusulkan pindah dari mandiri ke PBI APBD.  Selama masih ada anggaran, kemungkinan masih bisa ditanggung.  Neneng pun menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang membedakan peserta mandiri dengan PBI. Yaitu, peserta mandiri bisa memilih dokter keluarga, sedangkan PBI tidak bisa. “Peserta PBI harus ke puskesmas yang ditunjuk,” terang Neneng.  Selain itu, saat menjalani perawatan, peserta PBI tidak bisa naik kelas. Berbeda dengan peserta mandiri, bisa naik kelas satu tingkat. Saat ini sebanyak 108 ribu warga Bangli terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung dengan dana APBD kabupaten.

(bx/wan/man/JPR)

Berita Tekait

Policy Paper